Langsung ke konten utama

Spesifikasi Mining CHIA

(Photo Illustration : Hard Disk)

Pada artikel sebelumnya telah membahas tentang Chia Coin - Silahkan simak pada link berikut,
(Artikel Sebelumnya : Chia Coin)

Proof of Capacity
Proof of Capacity berarti menanamkan beberapa hash code file didalam storage komputer kita, yaitu Hard Disk. Size final dari hash code file yang telah diselesaikan pada tahap plotting adalah 101GiB akan masuk kedalam penyimpanan hard disk kita.

Tentunya sebelum bisa menjalankan operasi ini, kita harus melakukan proses pertama untuk mendapatkan hash code file, yaitu proses PLOTTING. Proses plotting memerlukan setidaknya 8-core Processor dengan jumlah thread yaitu 16, dan RAM minimal 16GB serta SSD Nvme yang mumpuni dan juga Hard Disk.

Proses Plotting
Nantinya processor akan melakukan kegiatan threading untuk menciptakan hash code file dengan size file sementara mencapai 250 Gigabyte pada SSD NVme kamu, perlu diingat bahwa SSD Nvme yang kamu miliki harus terpisah dari Operating System kamu. (NVME TIDAK BOLEH MEMILIKI KANDUNGAN FILE OS).

Setelah dilakukan threading didalam SSD, melakukan beberapa phase sampai ke phase 4 lalu file hash code nanti akan dipindahkan ke dalam hard disk sebagai destination file, dan setelah itu pada hard disk tersebut telah mengandung hash code yang telah diciptakan dari threading prosesor.

Plot yang telah dibuat tadi harus memiliki key yang sama, alias kita harus mengoperasikannya pada wallet key milik kita sendiri, tidak bisa di copy dan paste untuk digunakan oleh teman yang memiliki mnemonic phrase yang berbeda.

Habis Berapa?
Untuk menciptakan 1 rig dengan Ryzen 7 3700x, Ram 32GB, SSD 1Tb serta HDD 60Tb, saya menghabiskan sekitar Rp. 50,000,000 sekali jadi 1 rig, dan sekarang sedang menghasilkan beberapa coin Chia yang nantinya akan diputarkan untuk melakukan upgrade rig dari keuntungan mining.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Memilih Aset Crypto Dengan Baik

  (Photo Illustration : Cryptocurrency) Apa itu Cryptocurrency Cryptocurrency adalah sebuah aset yang dapat dimiliki oleh pengguna atau investor digital diseluruh dunia, Cryptocurrency pada umumnya bersifat bentuk kepemilikan aset sebuah tekhnologi yang diciptakan didalam internet, seperti Ethereum contohnya.  Cara Memilih Aset Crypto Dengan Baik Sebelum anda membeli aset crypto, jangan tergiur dulu dengan peningkatan harga yang sangat signifikan, cobalah untuk membaca beberapa fundamental tentang aset crypto yang anda lihat, serta proyek-proyek kedepannya, biasanya kamu bisa melihat fundamental dan proyek kedepan dari website resmi crypto yang kamu mau lihat, seperti contohnya jika kamu ingin melihat roadmap dari Ethereum, kamu bisa mengunjungi websitenya dengan menelusuri google dan mengetik "Ethereum Website", maka kamu akan menemukan website Ethereum resmi pada query paling atas. Resiko Investasi pada Aset Crypto Aset Cryptocurrency memiliki pergerakan harga atau fluktuas...

Melakukan Trading pada Decentralized Exchange

(Photo Illustration : Decentralized Peer-to-Peer ) Decentralized Exchange Adalah layanan jual beli aset cryptocurrency yang diberikan oleh sebuah produk layanan pertukanan dengan menggunakan metode swap , kegiatan jual beli dapat bergerak karena adanya likuiditas pada suatu aset cryptocurrency yang kita akan jual dan beli. Likuiditas Sebuah aset cryptocurrency yang diperdagangkan secara global melalui aplikasi Decentralized Exchange atau Perdagangan Desentral memerlukan adanya likuiditas, tanpa adanya likuiditas sebuah pasar perdagangan tidak akan dapat bergerak karena tidak ada demand yang akan menggerakan perdagangan pasar. Sebuah aset crypto pada Decentralized Exchange dapat dilakukan likuiditas dengan cara melakukan pembuatan pool liquidity provider . Liquidity Provider Setelah sebuah aset telah memiliki liquidity provider, maka perdagangan pasar dapat bergerak, karena setiap pesanan buy   dan sell  akan memasuki liquidity provider dulu lalu diteruskan kepada pihak pembeli...

Perbedaan UniSwap dan PancakeSwap

  (Photo Illustration : UniSwap or PancakeSwap ) Pendahuluan Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang perbedaan dari layanan Decentralized Exchange, yaitu PancakeSwap dan UniSwap, pada dasarnya memang kedua layanan ini adalah layanan yang memiliki kegunaan yang sama, tetapi ada perbedaan diantara keduanya, simak artikel ini sampai habis. PancakeSwap Penjelasan cepat tentang PancakeSwap, adalah sebuah layanan Decentralized Exchange yang berdiri diatas jaringan BSC (Binance Smart Chain), PancakeSwap memiliki biaya yang relatif rendah dan setiap transaksi yang diproses pada jaringan BSC hanya memiliki 21 node validator, yang berarti jaringan BSC akan memproses pesanan yang dibuat oleh PancakeSwap dengan biaya yang rendah dan juga dengan waktu yang cepat. PancakeSwap hanya bisa digunakan untuk melakukan segala jenis transaksi jual beli pada aset digital yang hanya berdiri diatas jaringan Binance Smart Chain atau BSC dan dengan kontrak address yang terdaftar pada BSC, kamu bisa mel...